Tuesday, June 25, 2013

Orientasi Belajar Mahasiswa

Privyet! Long time no write in english, right? Hahaha, so this is it.

Have spent some days in college for new students' learning orientation, me successfully have been making friends. Yay! Not so success as i said tbh, but at least i know their name all. This is not interesting at all,yet i just wanna write some. Sigh. I beg your sorry. Since i also don't know what to write.

So yeah, there are more than 30 persons in my class, boys and girls. Ofc, no need to tell eh? Lol. We made group, discussed, did presentation, and got being shuffled in the next day. Again and again. Gaaah, sounds boring? It does, for some classes. But we had fun too! We did some games sometimes, but still, discussing is the ultimate thing to do. Haaaah, do they really know how much i hate being gathered with strangers? I mean it would always be ended up with awkward feeling.

Does this post look like another child's experience essay? Lmao i do fucking know it. So sorry and see ya on the next post!


Share:

Friday, June 14, 2013

The Next Stop: Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Geography Department, University of Indonesia

Hai! Setelah perjuangan panjang buat UN, ternyata masih menunggu perjuangan perjuangan lainnya. Yes, because life is full of struggle and that's why it's worth it. And well, perjuangan memang akan selalu diganjar setimpal. At least, that's how i think it works.

So, yep. Gue diterima di Geografi UI, kayak yang selama ini gue pengenin. Alhamdulillah wa syukurillah deh, all praises belong to the only almighty God, Allah SWT. Karena toh semua usaha dan doa-doa gue akhirnya dijawab menyenangkan seperti ini. Nggak lepas dari doa keluarga sama temen-temen gue juga sih ehehe thankyou guys ilu♥

Dan ya, ini dunia gue yang baru. Ibarat ladang, ini ladang yang masih kosong dan siap digarap buat ditanamin macem-macem. Mau itu sayuran atau buah-buahan, atau malah sesuatu yang membawa kehancuran buat umat manusia. Ya, sedalam itu makna dunia baru ini. Sebuah dunia yang sangat asing, dimana lo bakal ngeliat masalah dari sudut pandang lain. Sebuah dunia dimana seseorang bisa menemukan jati dirinya. Sebuah dunia dimana individualitas dijunjung tinggi; jangan harap lo bisa kayak SMP/SMA yang masih nge-geng, main sama yang ini-ini mulu, labrak-labrakan hahaha udah gak bisa lagi. Or well, itu yang dibilang senior-senior gue.

Disamping itu semua sih, masuk FMIPA sebenernya emang nggak se-prestige jurusan-jurusan lain di UI, malah cenderung dipandang sebelah mata. Perlu bukti? Coba aja bandingin reaksi orang yang tau kerabatnya keterima di FMIPA sama di FT. Pay attention to their eyes, which one make theirs shine brighter? The latter, ofc. Ya karena itu tadi, prestige. Gengsi. Ada sejumput rasa kagum sekaligus iri yang muncul ketika mendengar seseorang mendapatkan jurusan dengan prestige tinggi. Bener kan? Nggak munafik lah, gue juga. Gue terus terang aja sebenernya iri denger temen-temen gue dapet Akuntansi, Komunikasi, Teknik Industri, Teknik Elektro di UI. The most wanted majors gitu loh, siapa juga yang nggak pengen. But well, i have to slap my ass to realize this more and more; none of those wanted majors are my fields. Bukan ladang gue, bukan passion gue. Ngapain juga sih nurutin yang bukan passion lo, gitu kan? Lo kuliah kan nggak cuma ngandelin prestige lo doang? Ibaratnya kalo lo cuma ngandelin prestige without passion and struggle ya sama aja bohong. Means nothing. Emang lo bisa ngikutin mata kuliahnya kalo nggak suka? Well then, kalo dipaksa emang pasti bisa. Otak manusia kan diciptain sempurna. Nah sekarang tanya, lo nikmatin apa nggak? Lo nggak sebentar men belajar itu, 4 tahun belajar materi yang sama, lebih mendalami lagi dan lagi, lo kuat kalo kuliah tanpa nikmatin itu? Tanpa hati, tanpa rasa suka. Do believe your heart lah.

Berangkat dari semua itu, ya disinilah gue, jadi anak geografi yang walaupun dipandang sebelah mata tapi bakalan tetep berusaha nunjukkin kalo ini pilihan gue dan gue bertanggung jawab atas itu. Walaupun banyak temen-temen gue anak ips yang jatuhin mental karena bilang geografi itu susah, and i replied them with just a bit smile (or even such a kinda smirk idk) lol, affirming my azzam in silence hehehe. Bakalan tetep nunjukkin, gue bisa banggain Allah, ayah-ibu, dan keluarga gue. Walaupun yah, gue sebenernya takut ayah sama ibu nggak cukup bangga karena gue (cuma) masuk geografi :( and i'm just a big coward to ask them out. siGh. Maafin aku ya Yah, Bu, karena nggak masuk jurusan dan fakultas favorit kayak temen aku yang lain. Maafin karena udah banyak ngecewain kalian. Makasih atas semua kerja keras dan kasih sayangnya selama ini. Muah love you both♥

And yep, bismillahirrahmanirrahim, in the name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful, a new journey starts here! Allah, please bless me during this journey :') aamiin :3
Share:

Wednesday, May 8, 2013

Random Part 3

Selamat pagi! Entah ini bakal jadi posting dengan judul random yang keberapa karena gue bener-bener gatau mau ngasih judul apa. Perasaan lagi kacau banget. Mixed feeling. Bosan, khawatir, tapi juga excited. Ibarat seniman, mungkin ini bakal jadi lukisan abstrak. Lukisan yang mungkin cuma bisa diketahui maknanya sama orang yang ngelukis. Atau oleh mereka yang sudah lama berkecimpung di dunia seni, yang mengerti arti dari setiap guratan yang ditorehkan sang pelukis, meski mungkin hanya sebuah garis pendek yang terlihat tak berarti di antara mata yang tak jeli.

Lagi-lagi urusan perasaan. Hal abstrak yang sederhana namun rumit. Tak terlihat, tapi terasa. Hal yang mampu memporak-porandakan dunia. Benar-benar tak dapat diabaikan meski hanya sekejap. Ah manusia. Mari tengok bagaimana sejarah mengabadikan kisah Ali RA dan Fatimah RA yang rela menahan perasaan cintanya satu sama lain hanya karena Allah, hanya karena tak mau berbuat dosa. Lihat bagaimana Fir'aun begitu bernafsu untuk membunuh semua anak laki-laki yang lahir di Mesir hanya karena merasa kekuasaannya takut tersaingi. Juga bagaimana perasaan seorang ibu pada zaman Nabi Sulaiman AS yang dengan berat hati memilih untuk merelakan anaknya diambil oleh wanita lain yang mengaku sebagai ibunya, daripada memilih anaknya dibunuh di depan matanya sendiri.

Ya, perasaan. Kalau mau melihat lebih jeli, memang perasaan lah yang memegang kendali diri. Perasaan yang timbul dari setiap kejadian yang dialami, akan mengakibatkan efek domino. Ketika pada suatu waktu seseorang berbahagia, dia akan melakukan segala aktivitas setelahnya dengan riang gembira. Hingga seseorang/suatu peristiwa mengubah perasaannya. Percaya atau tidak, perasaan memang tak pernah bisa berbohong. Karena ya, ia berhubungan dengan hati nurani setiap pribadi.

Well, life is struggle. You have to put your best effort to win. Up and down is your daily meal. But never ever ignore your heart. Because it's keeping you alive. It's keeping your senses in its place. It's keeping you to be in the right path, at least right for your self. And it's certainly keeping you close to whom all the praises belong.
Share:

Sunday, April 21, 2013

Meet up!

Holaaa! I'm back after the national exam xixixi doain bagus ya nilainya huhuhu :''' Key, hari ini gue gamau ngebahas itu. Sudah cukup semuanya berakhir sampai disini wkwkwk. Kali ini wa mau cerita soal meet up kemarin~~~

Nah jadi ceritanya gue sama anak-anak tlist akun sebelah tuh, @kyuxonized, mau ketemuan abis exam. Dan bener-bener abis exam hahaha kamis gue baru selesai ujian, sabtu kemarin langsung ketemu~ nggak ngerti lagi -_- kebetulan juga sabtu kemarin itu ada KCD di UI, calon kampus masa depan wa /aamiiinn/ yang gatau KCD apaan, KCD itu Korean Culture Day yang diadain sama FIB jurusan Sastra Korea nya UI. Rencananya sih yg mau ketemu itu kan gue, nesya, milla, seszi, yasmin, gaby, raisha, jei minus ibil, kak dinda sama rissa. Harus gue sebutin ga sih uname twitternya? Wkwkwk gausah lah ya.

Jadi dari malem sebelumnya pada ngomong-ngomong besok jadi apa nggak gitu deh, nah gue berangkat sama nesya kan berhubung gue deketnya sama nesya terus rumahnya juga deket wkwkwk si nesya sesumbar mau berangkat jam 7 dari rumah gara-gara nyokapnya mau pergi ke bekasi nah kan jadi bisa barengan tuh berangkat ke stasiunnya tapi sejak dia ngomong gitu gue udah bilang "yah nes besok pasti gue kesiangan seriusan deh." gue juga ga yakin dia bisa bangun pagi kan soalnya, sekolah aja telat mele -____- wkwkwk pokoknya dia janji mau telepon gue deh katanya buat bangunin gue jam 7 . Ternyata besoknya kita berangkat jam...........coba tebak hahaha jam 10~lalalala gue baru bangun jam setengah 9 pagi coba lo bayangin dong kesiangan banget kan. Gue panik langsung sms nesya bilang kalo gue baru bangun terus dia marah-marah katanya dia telepon gue 2 kali tapi hp gue ga aktif dan well hp gue emang mati since gue charge malemnya gara-gara baterai gue low kan yaudah. Tadinya kita berdua udah males-malesan deh tuh mau berangkat udah siang juga kan tapi akhirnya berangkat juga soalnya takut ditungguin. Lagian gimana gue nggak kesiangan kalo malemnya gue tidur jam setengah 3-an wkwkwk dan nesya juga sama cuma dia dibangunin emaknya duluan sih daripada gue~ lanjut. Gue sama nesya nyampe jam 11-an di stasiun ponkop dan tebak keretanya dateng jam berapa, setengah jam kemudian whusssshhh baju kita udah basah gara-gara kepanasan. Si milla bbm nesya, nanyain nesya ada dimana terus nesya bilang dia masih di stasiun deket rumahnya. Kata si milla "hah? jangan bercanda kak" gue ngakak bacanya wong kita beneran masih di stasiun dan bahkan belom naik kereta. Setengah jam kemudian, datenglah sang kereta dan naiklah gue sama nesya terus transit di manggarai. Lost banget gila hahaha langa longo kayak anak ilang kita berdua -__________- akhirnya lari-lari lah tuh kita beli tiket buat yg ke depok. Ada kereta yg dateng terus kita panik kata nesya itu kereta yg buat ke depok. Takutnya kereta yang berikutnya datengnya lama lagi kayak yang tadi. Well setelah beli tiket gue sama nesya sok-sok an liat jadwal kereta berikutnya tapi.....................we didn't get it at all. Gue sama nesya bener-bener ga ngerti cara baca jadwal keretanya wkwkwk norak banget ya. Tapi seriusan itu tulisannya piyik-piyik banget kayak semut. Yaudah akhirnya kita nyerah terus langsung masuk ke stasiun. Ada kereta lagi di jalur yg sama mau ke depok. Buru-buru tanya petugasnya katanya itu yg ke depok. Panik lagi, langsung lari ke keretanya abis takut pintunya keburu nutup. Fuuhhh luckily we're passed through hahaha. Di kereta si nesya nanya milla kita turun dimana terus kata milla turun di stasiun univ.Indonesia aja (((milla gatau stasiun yg lain selain stasiun UI buktinya dia bilang itu stasiun satu-satunya wkwkwk))) tapi gue bilang ke nesya kita turun di pocin aja soalnya lebih deket kalo acaranya di balairung. Yep turunlah gue di pocin dan ceritalah gue kalo pas hari jum'at ada mahasiswa FE UI yang ketabrak kereta disitu. Pas turun, gue sama nesya berusaha mencari bekas-bekas tabrakannya cuma tetep ga ketemu jadi yaudah lanjut terus ke balairung wkwkwk. Pas jalan, nesya bbm milla suruh keluar atau apa gitu biar ketemu kan nah kita berenti tuh di satu spot gara-gara nungguin milla bales bbm yang ternyata bbm nya ga deliv apa ga di read gue ga ngerti pokoknya gitu. Nah waktu gue nengok ke depan, gue nemuin orang yang mukanya mirip yasmin dan gue bilang ke nesya "nes kok gue daritadi liat orang yang mukanya mirip yasmin mulu ya." ((soalnya pas jalan ke stasiun ponkop gue juga nemuin yang mirip sama doi tapi gue mikir ya bukanlah ngapain yasmin disini)) terus kata si nesya "hah? yasmin mana nih? yasmin tl apa yasmin sekolah?" ((temen sekelas gue ada yang namanya yasmin juga sampe waktu itu dia pernah bengong waktu gue sama nesya marah-marah ke yasmin tlist gara-gara ngasih tau mnet countdown)) gue bilang "yasmin tl. tuh coba liat." berhubung gue sama nesya sama-sama ga pake kacamata ya gue menyipit-nyipitkan mata gue dong biar keliatan terus kata nesya "wah iya jah. iya bukan sih? coba lo samperin." kata gue "ogah ah ntar kalo salah gimana." nah si yasmin juga ngeliatin gue kan soalnya gue nunjuk-nunjuk dia terus tiba-tiba satu sosok di depannya yasmin balik badan dan gue bilang ke nesya "nes itu milla bukannya?" kata nesya "ah iya itu milla ayo samperin." pas udah nyamperin si yasmin cuma bengong doang liat kita sambil nanya "ini siapa sih?" asli mukanya polos banget gue mau ngakak liatnya. "kak nesya" kata milla /dalam hati/ "ini milla ga ngenalin gue juga apa gimana" terus si yasmin masih ngerespon sambil liatin gue "aaaahh kak jah ya yaampun kak seneng banget aku tadi gatau kakak siapa kan aku ga pernah liat muka kakak" sambil setengah meluk. Gue cuma yang ngakak aja liatnya. Nah di sebelahnya yasmin ada anak seumuran dia juga pake kaos ketekan sama legging di pikiran gue "yasmin dateng sama anak yang ikutan cover dance ya" eh tapi terus dia senyum-senyum sambil nanya "tau nggak siapa?" gue kedip-kedip bentar terus baru jawab "raisha ya" anaknya ketawa-ketiwi sambil "iyaa" sumpah mukanya mirip banget sama adek kelas gue, temennya fani, si septi demi gabohong batak banget mukanya si raisha gue sampe keder. abis itu kita bengong bengong gak jelas katanya nungguin gaby padahal semalem gaby terancam ga dateng gara-gara gatau kenapa deh etapi ternyata dateng juga anaknya hahaha berhasil nekan-nekan bokapnya tuh anak berarti~~~ eh si seszi juga ternyata udah dateng sama temennya namanya ica hahaha dapet temen baru lageee seneng deh anaknya langsung nyambung diajakin ngobrol asik banget. Nah terus kita langsung bikin kayak forum gitu masa bikin lingkaran gitu terus cerita-cerita wakakak asli parah ceritanya nc meleee si milla bener-bener kayak gitu bocahnya ternyata gosh tolongin dong wkwkwk si seszi cerita fic yang genrenya yuri segala ya f(x) lagi cast nya duh lawak banget terus dia cerita yang nc cast nya siwon sama oc terus katanya si oc nya self service dan yasmin cuma yang "self service apaan sih?" gue sama yang lain cuma ngakak dengernya sambil bilang "duh min polos banget sih self service itu ya sendiri" ya gitu deh pokoknya sampe akhirnya si gaby dateng kita masuk teriak-teriak cerita-cerita nc gitu ah pokoknya banyakan nc nya gila gara-gara milla sama ica apa ini ya hahaha biasnya jajang sih mereka berdua -_______- terus si gaby pulang duluan padahal datengnya paling belakangan.....raisha nyusul pulang sama kembarannya (kembarnya identik gila mirip bangey) dan ternyata dia malah nonton eru gila kan wkwkwk sumpah gila banget meet up nya. Nah ada satu stand yg punya standee banner nya jajang, si milla sama ica ngebet banget mau foto tapi mbaknya pelit gitu deh si milla udah marah-marah aja wkwkwk lucu banget terus akhirnya kan gajadi yaudah masuk lagi ke dalam. Eh kan ada exolite ya itu dance covernya exo sumpah deh kita teriak-teriak kayak orang gila waktu nonton. Ini aja baru kw ya baru kw gimana kalo asleeee gue gatau lagi suara gue langsung ilang kali ya _--------_ suara sekomplotan kita paling kedengeran gue gatau lagi deh suara kita kayak apa berisiknya wkwkwk parah banget asli. Pas udah selesai, kita baru inget mau ketemu jei :( gue milla sama nesya cuma sempet dadah-dadah doang ke doi huhuhu mau ketemu jei T____T lucunya tuh pas pulang si ica foto beneran sama standeenya jajang yang tadi wakakak milla panas gue ngakak malah kata si ica si seszi nyuruh dia foto pake pose blowjob gitu gila kan -_____________________- hahahaha ga ngerti kenapa gue bisa kenal sama anak-anak kayak gini. Ah tapi seriusan seneng banget ketemu mereka apalagi yasmeeen si kembaran gue soalnya kita sama-sama ndut katanya wkwkwk pake kacamata juga /ga ngerti tapi yaudahlah/ huahahaha sayang kalian semuaaaa♥♡♥

Milla, ncin, yasmin, ica, gue, nesya, kak ica, seszi (minus jei, gaby sama raisha)


Share:

Friday, March 29, 2013

A note in Friday Night

Ini catatan di awal malam. Tulisan kedua di hari ini. Sebuah rekor yang baru terpecahkan setelah beberapa tahun blogging.

Sore ini, aku baru sampai rumah sekitar pukul setengah 7 sore, mencari kebaya dan mengganti kacamata yang dirasa sudah lagi tak enak digunakan. Kacamata sudah beres, berangkatlah kami ke Thamrin City, suatu pusat perbelanjaan besar yang lebih banyak menjual kain batik di Jakarta. Seperti biasa, sepanjang perjalanan selalu ada topik untuk dibicarakan dan baru akan berakhir ketika salah satu dari kami bertiga -aku dan 2 adikku- tertidur, menyisakan ayah dan ibu yang tetap terjaga sampai di tempat tujuan. Setelah mengisi perut, dimulai lah pencarian kami untuk mencari baju batik. Dari satu toko ke toko yang lain, namun tak kunjung berhasil juga. Kebaya nya untuk wisuda dan warnanya biru dongker, kata ibu kepada para penjualnya. Nihil. Tak ada satupun yang pas di hati ayah dan ibu ketika melihatnya. Ketika ada yang pas, warna dan  ukurannya tidak. Maklumlah, aku memiliki badan di atas rata-rata. Hingga akhirnya pencarian berakhir ketika ibu mengeluh kakinya sakit dan beliau berjalan agak terhuyung.

Mungkin mencari kebaya memang tampak sepele. Namun esensi dari pencarian itu sendiri yang seharusnya dihargai. Bagaimana setiap tetes peluh yang jatuh saat berjalan dari satu toko ke toko lainnya patut dihitung sebagai sebuah perjuangan. Bagaimana seorang ibu yang belum sepenuhnya sehat rela bersusah payah mencari kebaya untuk sang anak wisuda, meskipun wisudanya diselenggarakan 3 bulan ke depan. Bagaimana hati memilih yang cocok ketika banyak pilihan ditawarkan di depan mata. Ya, pengorbanan. Memberi meski tak menerima, ikhlas meski banyak yang tak suka. Tak semua orang mau menjalaninya. Semua kembali ke hati nurani. Hati yang tak pernah berbohong meski dibohongi. Siapa yang tak merasa bersalah ketika berbuat salah? Jika memang ada, pasti ia tak lagi punya hati. Meski sekecil apapun, salah tetap salah. Hati pasti memberontak. Bukan, bukan hati secara harfiah. Bukan hati yang mengemulsi lemak menjadi asam lemak dan gliserol, bukan pula hati yang mendegradasi eritrosit dalam tubuh. Tapi hati yang ini hati yang diberikan Sang Pencipta pada setiap manusia, hati yang mungkin seharusnya disebut perasaan. Karena perasaan tak dapat tergambarkan dalam bentuk apapun. Jika para pelukis dan para penyair memberi tema karya seni mereka dengan ungkapan kesedihan atau kegembiraan, itu hanya kiasan. Hanya kata yang diungkapkan agar sang perasaan mempunyai nama, agar semua orang tau perasaan apa yang sedang dirasakan ketika seseorang menyebut ungkapan tersebut. Dan memang ungkapan seperti senang, sedih, marah, dan gelisah yang tetap digunakan hingga saat ini. Meski pada akhirnya, perasaan tetap perasaan, yang sampai kapanpun tak dapat digambarkan.
Share:

A note in a Friday Morning

Ini cuma sekadar coret-coret di suatu pagi hari Jum'at tanggal merah, H-16 Ujian Nasional.

Pagi ini, gue ke kamar fani dan nyempetin baca notes nya dia -maaf cuwi dibaca abis lo nggak mau ngomong langsung sih kan gue kepo- terus isinya yg kayak biasa. Bahasa-bahasa tingkat tinggi sampai kayak Tagore kali ya, nggak tau deh. Isinya tentang oppars dan curhatannya. Abis baca itu gue mikir, segitunya ya? Segitu berpengaruhnya seorang Cho Kyuhyun dan satu kelompok bernama Super Junior itu di hidupmu?
Kalo pertanyaan yang sama diajuin ke gue, mungkin gue bakal jawab "ya, mereka seberpengaruh itu dalam hidup gue"

Well, kadang gue mikir juga sih, kenapa sih kalian itu nggak bisa muncul dalam sekejap kalo gue butuh kalian? Kalo gue lagi nangis, kalo gue lagi nggak punya teman buat cerita? Kenapa sih kita harus dibatasin tempat? Dan yang paling parah itu kenapa sih gue harus tau kalian? Sekelompok cowok idiot dan selalu bertingkah kayak anak kecil, tanpa sadar umur yang bahkan udah lewat kepala 2 semua. Mungkin kalo dulu Dini nggak nekat ngasih tau video kalian ke gue, mungkin gue nggak bakal kayak gini. Mungkin gue bakalan terus benci kalian. Mungkin gue bakalan nggak peduli. Mungkin gue nggak bakalan jadi fangirl. Dan mungkin nggak bakal sesenang dan sesakit ini rasanya. Senang, ya senang. Senang karena tau bukan cuma lo yang falling into their charm and skill, tapi juga fangirl-fangirl di luar sana. Sakit karena lo tau juga, sampai kapanpun mereka nggak akan teraih. Sampai kapanpun lo bakalan cuma jadi seseorang yang mengagumi mereka dari jauh. Seseorang yang bahkan mereka nggak tau kalo lo ada. Biar gue lurusin, mereka tau kalo mereka punya fans, tapi mereka nggak tau kalo lo itu bagian dari fans mereka. Nggak usah mikir kejauhan lah sebelum jatuh makin dalam dan makin sakit. Makin cepat lo sadar, makin cepat resiko patah hati itu menjauh. Bukan sok tahu atau gimana, tapi ya karena emang gue tahu rasanya. Karena gue fangirl. Jadi fangirl itu sakit. Dan gue sakit. Sakit waktu kalian kesini dan gue nggak bisa ketemu kalian, orang-orang yang udah jungkir balikin dunia gue sampai kayak gini. Orang-orang yang entah gimana caranya bisa gue kangenin walaupun belum pernah ketemu sama sekali. Orang-orang yang bisa bikin mood gue membaik dalam sekejap atau bahkan malah bikin nangis sesenggukan. Tapi mungkin memang inilah dunia, penuh keajaiban. Penuh teka-teki yang manusia manapun nggak akan pernah nebak apa jawabannya. Layaknya 2 sisi mata pisau yang berbeda; tajam dan tumpul, setiap peristiwa selalu punya 2 sisi untuk dilihat. Baik dan buruk. Nggak munafik, setiap orang selalu mau dapat yang terbaik bagi mereka dalam setiap peristiwa. Tapi Allah nggak bakal bikin semudah itu kan? Makanya kalo sekarang emang sakit rasanya, mungkin suatu saat nggak lagi. Mungkin disaat itu lo udah kebal sama yang namanya sakit. Ya, karena sakit itu disebabkan oleh luka. Dan luka menyisakan bekas. Tapi justru bekas luka itulah yang bercerita, kalo dulu lo berhasil melalui rasa sakitnya.
Share:

Wednesday, March 20, 2013

SM Entertainment: the real life ruiner

So hi! D-25 national exam! then wish me luck! hihihi :3 and no this time i don't wanna tell a thing about school but my life ruiner.

Key lemme introduce my latest 2 years life ruiner named SM Entertainment. Kalo kalian tau Super Junior, SNSD/Girls Generation, TVXQ/DBSK, SHINee, BoA, Kangta, atau yang paling rookie sekarang ini; EXO, dan kalian ngestan mereka, kalian pasti tau dong SMent itu nama agensi nya mereka. Nah jadi gue disini nulis pendapat gue tentang agensi dan artis-artisnya itu.
Well, personally gue mikir SM itu agensi paling kece sekaligus paling nyebelin. Kece ya karena emang artis-artisnya tuh bener-bener siap diorbitin. Punya suara bagus ya bagus nggak main-main bagusnya. Tampang? Jangan ditanya. Oplas? Obviously. Korea gitu loh tolong banget kalo nggak oplas. Kalo ngomongin oplasnya sih nggak cuma SM doang yg oplas, agensi lain juga kebanyakan oplas kok. Masalahnya oplasnya SM tuh total banget, gue nggak ngerti lagi. Ganteng ya bener-bener ganteng. Cantik ya bener-bener cantik. Gue juga penasaran banget tuh oplas dimana sampe cantik sama gantengnya bisa kayak gitu. Kesel banget.


Nah kalo part nyebelinnya itu ada di.......gue. Di gue sih emang masalahnya. Soalnya gue nggak bisa move on move on dari mereka. Kan kesel banget. Abis gimana mau move on kalo tiap muncul gantengnya nggak tau diri. Bikin gemes banget. Nih kayak sabtu/minggu kemaren kan ada korean music wave di thailand, nah ceritanya tuh bintang tamunya ada EXO-K, dari korea mereka naik pesawat dong. Nyampelah di Suvarnabhumi airport. Nah entah masternim noona tuh emang jago banget ngambil foto apa gimana, munculah preview airport mereka di tlist gue kayak gini (isi tlist gue yg akrab kebanyakan exostan jadi maklum aja deh):



Ganteng nggak? HAHAHAHA GUE BENGONG WAKTU PERTAMA KALI LIAT. TERSERAH MAU PERCAYA APA ENGGAK. Kalo dibilang nggak semua anak SM cakep, ya emang. Balik lagi ke kodrat alam gimana sih, setiap orang kan punya kelebihan masing-masing. Belum tentu yang cakep bisa nyanyi bagus. Yang tampangnya pas-pas-an belum tentu nggak bisa ngapa-ngapain. Gitu kan? Setiap muncul juga mereka nggak langsung yang jreeengg tiba-tiba ganteng semua. Ada saatnya sendiri-sendiri kalo lo perhatiin. Serius deh. Yakalo muncul bareng-bareng langsung ganteng semua sih fangirl bergeleparan semua kali /apa cuma gue doang/ ya pokoknya gitu deh.
Nah disini juga gue mau ngomong (untuk yang kesekian kalinya) kalo nggak semua SMstan itu multifandom. I mean, gue ELF, fandom yang emang gue tau banget udah di judge jelek banget sama fandom-fandom lain secara kecintaan mereka yang gue gatau overdosis apa gimana pokoknya cinta banget sama SJ ahjussirs sampe fanwar mulu. Dan maaf aja, bukan gue nggak solid atau gimana karena nggak pernah ikut fanwar, tapi ya gue mikir lah udah gede, ngestan mbok ya yang rasional aja gitu loh. Jangan dikit-dikit kepancing emosi. Dan well, soal ELF yang udah di cap jelek sama fandom-fandom lain temen gue sendiri yang bilang. Jujur, gue malu sebenernya dibilang kayak gitu tho she said my hormon has already stopped producing and i'm not included in it but still, that's my fandom. My 2nd family. So please i beg you every ELF to stop being such sensitive and rude. Key, back to the point. Gue ELF tapi gue SMstan juga. Gue ngestan semua artis SM ya karena emang gue suka. Nggak usah nyindir-nyindir lah toh itu hak. Udah nggak jaman lagi sindir-sindiran gara-gara ngestan lebih dari 1 grup. 
Satu lagi, soal EXO. That rookie bitches group. Banyak kan yang nggak suka sama EXO gara-gara banyak ELF yang pindah fandom? Kayak yang waktu itu udah gue tulis juga. Suka lucu sih gue ngeliatnya. Objektif aja deh sekarang. EXO membernya ganteng-ganteng, lucu, apalah itu terserah. Wajar dong kalo pada pindah? Member EXO masih muda juga, beda sama SJ yang udah tua. Normal kok kalo mereka cari yang masih muda. Come on, admit it mang! Am i right? Kalo kalian emang nggak suka sama EXO, hak kalian juga. Tapi kalian yakin mau bilang member EXO nggak ganteng? Yakin? Jujur sama hati sendiri aja lah, sayang. Kalo gue sih........ya emang gue suka EXO. Lah kan tadi gue udah bilang kalo gue SMstan. Hehehe. Lagipula sekarang temen kpopers gue banyakan exostan juga. Yang akrab loh ya maksudnya. Kalo ditanya kenapa gue juga gatau kenapa. All happen like it has been destined wkwkwk.

So this post ends here. Next time (after the national exam finished maybe) i'll be back with the new story. Either from my daily normal life or even from my freaking lovely life, fangirl world!. Xoxoxo, bye!
Share: